Keputusan Kota Port Phillip untuk melanjutkan pembangunan kembali Lagoon Reserve senilai $15 juta, yang dibuat pada pertemuan Dewan pada 19 Juli 2023, telah memicu beragam tanggapan dari masyarakat setempat. Meskipun proyek ini menjanjikan peningkatan yang signifikan terhadap fasilitas rekreasi dan olah raga di kawasan tersebut, proyek ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap pengguna harian cagar alam tersebut.
Pembangunan kembali ini merupakan respons terhadap masalah lama yang terjadi pada lapangan olahraga cagar alam. Permukaan yang tidak rata dan berpotensi berbahaya menyebabkan penurunan penggunaannya oleh klub olahraga. Dulunya merupakan rumah bagi tiga klub olahraga, saat ini hanya satu klub yang menggunakan lapangan tersebut karena risiko cedera. Proyek ini, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2013, bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan menyediakan permukaan berperforma tinggi dengan irigasi, drainase, dan permukaan bermain baru.
Namun, pembangunan kembali juga berarti bahwa cagar alam tersebut akan ditutup untuk umum selama kurang lebih enam bulan, mulai November 2023. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna harian cagar alam, khususnya para pecinta anjing. Meskipun Kota Port Phillip telah mengidentifikasi taman-taman terdekat seperti Edwards Park dan Gasworks Park sebagai ruang alternatif, penutupan sementara cagar alam tidak diragukan lagi akan mengganggu rutinitas banyak penduduk.
Alex Makin, seorang warga Port Melbourne, berbicara pada pertemuan dewan pada tanggal 19 Juli. Ia berkata, “Saya menghargai dilema yang dihadapi dewan dalam mencoba mengakomodasi banyak pengguna cadangan kami. Namun, kita berada dalam situasi di mana, menurut laporan Dewan sendiri, jumlah pengguna anjing meningkat dan tekanan terhadap penggunaan anjing tanpa tali juga meningkat”.
Proyek ini juga memicu perdebatan tentang penggunaan ruang publik. Sebuah petisi yang menentang pembangunan kembali ditandatangani oleh 832 warga, yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak mendukung proyek tersebut. Petisi tersebut menyoroti kekhawatiran mengenai polusi suara, ketersediaan tempat parkir, dan penggunaan kembali ruang hijau umum.
Kota Port Phillip telah mengakui kekhawatiran ini dan berkomitmen untuk memitigasi potensi dampak selama konstruksi. Penilaian dampak kebisingan dan getaran serta rencana pengelolaan telah disiapkan, yang mencakup pemantauan aktif dan peninjauan rutin selama konstruksi.
Pembangunan kembali Lagoon Reserve merupakan isu kompleks yang melibatkan keseimbangan kebutuhan dan kekhawatiran berbagai kelompok pengguna. Meskipun proyek ini menjanjikan peningkatan fasilitas olah raga dan rekreasi masyarakat, proyek ini juga menggarisbawahi tantangan dalam mengelola ruang publik dengan cara yang dapat melayani semua orang. Seiring berjalannya proyek, dialog dan keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat akan sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan kembali memberikan manfaat bagi seluruh penduduk.
Gambar : Lagoon Reserve di Port Melbourne menyediakan fasilitas olahraga, taman bermain, dan area tanpa tali untuk anjing.